Lontar

Lontar Usada Bali

Lontar UsadaSalah satu kegiatan saya belakangan ini adalah terlibat di dalam tim kerja Lontar Usada Bali. Tulisan ini akan membahas apa itu Proyek Lontar Usada Bali dan bagaimana bisa tercetusnya. Sumber tulisan ini berasal dari pengalaman saya sendiri dan juga cerita dari Prof. Gerry Bodeker yang saya kutip dari simposium siang tadi.

Sebelum saya masuk lebih dalam, saya ingin mengenalkan dulu seseorang yang menjadi key person dalam inisiasi proyek Lontar Usada Bali ini. Sudah disebut sebelumnya, Beliau adalah Prof. Gerrard Bodeker, seorang warga negara Australia yang memiliki perhatian penuh terhadap pengobatan tradisional. Risetnya berfokus dalam pengobatan tradisional, komplementer, dan alternatif di seluruh dunia. Selain mengajar bidang Public Health, Beliau juga menjadi anggota riset di Oxford Centre for International Development.

Still of Prof Gerry at Lontar Usada Symposium

Prof. Gerry berpidato pada simposium Lontar Usada yang diadakan di Fivelements

Prof. Gerry yang sudah lama malang melintang di dunia pengobatan tradisional menemukan bahwa pengobatan tradisional masyarakat Bali cukup unik. Diantara sekian banyak budaya tradisional di seluruh dunia yang memberikan ilmu pengobatan, Bali menjadi salah satu diantara sedikit yang meninggalkan dokumentasi tertulis tentang ilmu pengobatan tersebut. Oleh orang Bali dokumentasi tersebut dikenal dengan nama: Lontar Usada.

Beliau kemudian mengadakan kunjungan ke Bali, yaitu ke universitas-universitas dan museum-museum, dengan tujuan mempelajari lebih dalam tentang Lontar Usada ini. Ada dua hal menarik yang Prof. Gerry temukan dalam kunjungannya. Yang pertama, hanya di Bali digunakan ramuan tradisional alami sebagai bahan pengawet dan penguat daun lontar. Tidak menggunakan bahan kimia seperti program pelestarian dokumen kuno di negara-negara lain yang Beliau jumpai.

Yang kedua, yang sayangnya adalah kabar buruk, meskipun segala upaya preservasi sudah dilakukan oleh pemerintah, Beliau masih mendapati banyak lontar-lontar yang tidak berada dalam kondisi sempurna, dan bahkan berbahaya bila dibiarkan seperti itu berlarut-larut. Akan ada banyak ilmu pengetahuan dan kearifan lokal yang hanya akan berakhir di pencernaan rayap, katanya.

Karena itu beliau mengimbau banyak pihak bahwa, pelestarian terhadap ancient manuscript ini, khususnya lontar usada, harus segera dimulai dan dilakukan. Selain karena alasan-alasan di atas Beliau juga menyampaikan suatu pesan yang sangat menarik, terutama bagi pekerja dan pebisnis di industri hospitality. Pesan tersebut akan saya sambung di postingan saya berikutnya.

One Comment

  1. Salam kenal saudara Dendy. Perkenalkan saya Yuli. Sama minta ijin untuk menggunakan image lontar usada yang terdapat di artikel saudara tentang lontar usada, bila gambar tersebut adalah milik anda pribadi. Kebetulan saya sedang menulis disertasi akhir saya di bidang obat tradisional. Seandainya saudara Dendy berkenan, gambar tersebut akan saya gunakan baik di buku disertasi maupun di presentasi defense. Mohon kabarnya. Terima kasih.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *